[Self Love – Time] Emotional Blackmail

“Emotional Blackmail”

Hai, apa kabar? Aku harap kalian yang membaca tulisan ini dalam keadaan yang sehat ya. Karena sehat itu sangatlah mahal…hehehehe

Tahun ini merupakan tahun yang amat luar biasa bagi ku. Berkutat dengan masalah, bekerja di lingkungan baru lagi, serta terjebak di situasi yang begitu begitu saja. Tapi, btw tema tulisan kali ini pasti bakal menyedihkan lagi gak sih😭 emang bener-bener yah, gak akan ada orang yang kaya aku 😂

Nis, kamu hebat..kamu hebat, gak ada yang kaya kamu, kamu istimewa.

Ya ampun, aku mau peluk diriku sendiri…😭

So, seperti yang aku bilang. Kali ini aku bawa tulisan yang berjudul “Emotional Blackmail” sebenarnya judul ini sudah ingin aku buat beberapa waktu lalu, namun baru sekarang aku bisa merealisasikan tulisan bertema Self-Esteem ini.

Mendengar kata “Emotional Blackmail” pasti membuat kita bertanya-tanya apa sih artinya..dan kenapa aku up tulisan berjudul seperti ini.

Sebenarnya alasan aku menulis ini karena aku sedang mengalaminya juga aku penasaran apakah aku juga termasuk orang yang seperti itu? Atau aku termasuk orang yang egois juga? Nah, tanpa berlama-lama mari kita simak penjelasan arti yang aku kutip dari Wikipedia tentang pengertian dari Emotional Blackmail.

“Emotional Blackmail” atau Pemerasan Emosional adalah manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang dengan mengancam untuk menghukum orang yang dekat dengannya karena tidak melakukan sesuatu yang ia inginkan (Wikipedia)

Dalam pengertian ini kita bisa menggaris bawahi kata ‘Mengancam’ tertera jelas bahwa perilaku ini cukup membuat takut orang. Apalagi orang yang mengancam kita adalah orang terdekat. Tentu, kalau di ancam sama orangtua, atau anak, atau atasan, atau suami, atau istri kita pasti bakal takut karena di satu sisi kita ga mau hubungan kita putus dengan seseorang yang dekat dengan kita. Dan akhirnya dari ancaman-ancaman itu harus membuat kita tunduk dengan apa yang di katakan oleh mereka.

Menurut aku, banyak orang bisa berpotensi menjadi pelaku “Emosional Blackmail” tujuannya adalah agar kita mendapatkan validasi atau bentuk perhatian dari orang lain. Karena sebenarnya mereka itu ingin diperhatikan, mereka ingin di hargai, mereka ingin di anggap. Namun, caranya sajalah yang salah. Jadi kesannya itu seseorang menginginkan sesuatu dengan cara yang childish.

Dalam Emotional Blackmail ini biasanya cara yang dilakukan pelaku untuk mengancam ada 3 yaitu 1) dengan cara menakut nakuti korbannya, 2) memanfaatkan kewajiban si korban misalnya : “kamu kan cuma anak, harus begini, begini, begini” terus yang terakhir dengan 3) menggunakan rasa bersalah misalnya : “padahal aku cinta kamu, tapi kamu..”

Dan ternyata memang di dalam sebuah hubungan pasti akan ada hal ini, karena balik lagi ga ada manusia yang sempurna. Tapi engga ada salahnya untuk kita sebagai manusia saling respek menghargai satu sama lain, tapi emang susah yah.

Dunia, memang seperti ini, susah di pahami…

Semoga aku, kamu dan kita semua yang membaca tulisan ini termasuk kedalam orang-orang yang sabar yah…

Tertanggal, 4 hari menuju 2022.

(Kutipan) Alasan eps 1

“Kau mungkin tak memahamiku. Dari dulu aku orang yang sangat tak percaya diri. Aku tak bisa temukan apa kelebihan diriku yang pantas disukai orang. Dulu kau bilang padaku, kau jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku sungguh takut, karena saat kau memahami diriku yang sebenarnya, kau pasti akan kecewa.”

Yueliang -Go Ahead-

Hai… apa kabar semua? lama tak menyapa kalian semua, di kesempatan kali ini aku bawa corner terbaru yang berjudul “Kutipan”.

Kutipan adalah segmen terbaru dari blog aku, konsepnya itu adalah tulisan  dari kutipan-kutipan terbaik yang pernah aku baca dari buku ataupun film-film pilihan yang pernah aku tonton. Nah, di episod pertama ini aku akan mengutip salah satu adegan drama china berjudul Go Ahead. Dan ini dia salah satu scene yang ingin aku share kepada kalian….

=Go Ahead eps 38=

Yueliang mengejar Zhuangbei sembari memanggilnya.

“kakak, kakak…”

Zhuangbei berhenti lalu menyahut panggilan dari yueliang.

“aku tak akan menemuimu lagi jadi tenang saja, lagian aku tak akan mengganggu kamu lagi” Yueliang panik, ia pun merasa bersalah mendengar jawaban dari senior di sekolahnya itu.

“Aku tahu….”

…..aku…”

Yueliang menjeda sebentar ucapanya, sambil ia mencoba mencari kata-kata untuk melanjutkan obrolanya tersebut.

“aku ingin minta maaf padamu..maaf”ucapnya sambil membungkukan badannya meyakinkan zhuangbei bahwa ia tulus meminta maaf kepadanya.

Zhuangbei menatap sendu pada yueliang.

“kamu..kenapa minta maaf padaku?”

“dulu kau nyatakan perasaan padaku, aku tak seharusnya begitu padamu” jawab Yueliang dengan lirih.

Zhuangbei terdiam, sambil menunduk ia pun menjawab.

“itu sudah berlalu, kau hanya tak suka padaku dan  kau juga  punya hak untuk  menolak”

Yueliang menganggukan kepalanya menyadari kesalahanya tersebut.

“benar…aku punya hak menolakmu tetapi aku tidak boleh menolakmu seperti itu. kau menyukaiku, aku seharusnya berterima kasih dan kau sungguh tidak bersalah..aku membuatmu terpukul, dan melukaimu . dulu aku terus berpikir. Kenapa aku begitu menolak, begitu takut kau nyatakan perasaanmu. Aku tak mengerti dan terus berpikir. Tetapi sekarang aku mengerti. Aku tidak membencimu, aku benci diriku sendiri.”

“kenapa?” ungkap zhuangbei memberi pertanyaan

“kau mungkin tak memahamiku. Dari dulu aku orang yang sangat tak percaya diri. Aku tak bisa temukan apa kelebihan diriku yang pantas disukai orang. Dulu kau bilang padaku, kau jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku sungguh takut, karena saat kau memahami diriku yang sebenarnya, kau pasti akan kecewa.”

“Bagaimana mungkin?” Respon zhuangbei terlihat tak percaya dengan ucapan yueliang.

“Mungkin, karena . karena aku sangat  suka menghindar.  Aku takut kecewa. Aku selalu ragu dalam setiap hal. Aku merasa diriku  sungguh tak berguna. Aku sangat sangat takut orang lain kecewa. Sebenarnya aku sangat benci diriku seperti ini”

Yueliang menjeda ucapanya lalu melanjutkannya dengan senyum menyedihkan..

“hmm.. dulu aku pernah berpikir, jika aku adalah pria, aku pasti tidak akan menyukai  perempuan seperti aku ini.

….cinta pada pandangan pertama, sebenarnya menakutkan. Artinya dimata orang ini dia paling berkilau, orang yang sempurna. Tapi aku bukan orang yang memandang hal seperti itu. aku orang yang banyak kekurangan. Setelah dikenal lebih jauh, aku hanya pecundang yang lemah.”

Dengan masih menunduk zhuangbei pun menyambung ucapan yueliang.

“jadi sekarang…kau sudah menerima dirimu sendiri..?”

Lama terdiam, yueliang pun menjawab dengan deheman sambil menantap mata zhuangbei untuk kedua kalinya kembali.

Nah, dari kutipan dialog itu aku mendapatkan pelajaran bahwa tidak semua orang bisa mengungkapkan euphoria perasaanya secara terang terangan. Ada beberapa orang yang hidup dengan rasa kecemasan berlebih akibat kisah kisah masa lalu dirinya yang belum selesai. Tapi aku yakin kok orang yang seperti itu pun pasti kelak akan mendapatkan kebahagiannya. Tak harus selalu dengan merayakan perasaan secara sukacita. Namun meskipun dengan sederhana, rasa itu bisa di olah dengan rasa yang tulus.

To be continue….

Sel Akal Aku Menyayangimu! Review Drama Yumi’s Cell’s

Mimpi, ombak, dan pasir. Diriku yang hancur dan berserakan setiap hari bersama itu semua. Romansa yang menyedihkan itu adalah satu-satunya pertunjukanku.

Belief – Jung Seung Hwan

Hai….! di catatan kali ini aku akan membahas salah satu drama on going yang cukup membuatku tertarik yaitu Yumi Cells.

Boleh aku peluk sel-sel yang ada dalam diriku ini?

Memang benar, kita ini tidak sendirian. di dalam diri kita terdapat sel-sel yang selalu bersama dan mendukung diri kita sendiri.

Jadi ingin menyapa sel akal ku. Kerja keras untuk hari ini. Kamu hebat. Serta untuk sel-sel yang masih hidup dalam diriku. Bertahanlah. Kita bisa lewati semua ini.

Balik lagi pada pembahasan dramanya. Drama ini merupakan drama yang di adaptasi dari webtoon dengan judul yang sama. ceritanya tentang kehidupan Kim Yumi dengan sel-sel yang ada di dalam dirinya. Sel-sel itu saling mengobrol dan memiliki tugasnya masing-masing.

Untuk peran utama di desa sel ada sel akal, sel ini selalu bersama yumi bahkan saat desa sel kosong pun si sel akal ini akan tetap bertahan. Tapi emang iya sih kalau di pikir secara logika si akal ini memegang kunci kewarasan kita sebagai manusia, bayangkan kalau tidak ada sel akal pasti kita sudah menjadi orang gila.

Nah, lanjut ke pemeran selanjtnya adalah sel emosi. Emosi ini juga memiliki peran yang sangat penting. Karena jika ada sesuatu hal yang mengganggu serta merusak suasana hati pemiliknya maka sel emosi ini akan marah. Namun tak jarang ia pun harus bisa menahan emosinya, karena tak setiap rasa kesal bisa ia curahkan.

Setelah berkenalan dengan si akal dan si emosi. Sekarang ada si cinta yang keberadaanya bisa hilang dan muncul. Sel ini cukup rapuh, bila tak ada orang yang mencintainya ia akan koma atau bahkan bisa mati. Namun jika ia merasa ada seseorang yang mencintainya sel ini akan berkembang dan memberikan vibe positif ke semua warga sel yang ada di desa.

Lalu ada sel gelisah, sel lapar, sel tidur, sel histerius, sel bersih-bersih, sel penulis, sel pelit, sel fashion, sel nakal, serta sel-sel yang berhubungan dengan kepribadian manusia.

Dengan menonton drama ini, aku jadi merasa lega, karena ketika aku sedang sedih aku harus ingat bahwa ada sel-sel dalam diriku yang selalu bersama serta mendukungku. Meski tertimpa badai hebat tapi semua sel-sel ku tetap bertahan menemaniku. Meski kadang ada beberapa sel yang koma, hilang bahkan mati. Aku tetap harus bersyukur pada sel akal yang tetap menemaniku.

mungkin hanya itu yang baru bisa aku bagikan, semoga kalian tidak pusing membacanya. Terimakasih sudah menjadi diriku dan bertahan hidup sampai sekarang. Aku cinta diriku!

BIG HUG

FIN

Sel akal dan sel emosi
Sel khawatir

DEALING WITH MY SELF BERSAMA BUKU AKU BUKANNYA MENYERAH, HANYA SEDANG LELAH

Saat terlihat lesu, aku bukannya menyerah, hanya sedang lelah~

Geulbaewoo

Hai! Aku kembali, kali ini aku akan mereview pengalaman dari membaca buku “AKU BUKANNYA MENYERAH, HANYA SEDANG LELAH” karya Geulbaewoo.

Buku ini merupakan buku terjemahan asal korea selatan yang di terjemahkan oleh Penerbit Haru pada tahun 2021. Jadi, buku ini masih baru banget keluarnya temen-temen.

Oh, iya jadi akhir-akhir ini aku lagi suka sama buku-buku yang bertema Self Improvement, kayak healing aja gitu saat kita membaca cerita di dalamnya. Contohnya kita jadi merasa lega saat membaca cerita yang memiliki permasalahan sama dengan kehidupan  kita. Karena kita merasa bahwa ada teman seperjuangan yang sama sedang mencoba bertahan menghadapi segala permasalahan yang terjadi dalam kehidupan.

Jadi jujur, saat aku membaca buku ini aku tidak menangis, tapi aku mendapatkan kelegaan bahwa ‘ah…ternyata aku punya teman, aku tak sendirian…’

Sebelum masuk kedalam isi buku ini, di awal halaman ada kata sambutan yang di ditulis oleh dr.Andreas Kurniawan, Sp.KJ. sebagai dokter psikiater yang menanggapi tentang buku ini. Sang dokter memberikan statement keras bahwa kita harus menjadi baik dulu terhadap diri kita sendiri karena memang itulah kunci kehidupan, meskipun kita terbentur tembok yang keras kita tetap bisa bertahan tentunya dengan diri kita yang sangat berharga ini. Dari Membaca kata pengantar ini pun kita sudah bisa menyelami isi keseluruhan dari buku ini sebenarnya.

‘andai hidup dapat semudah itu…~’

Lanjut kembali, di dalam buku ini terbagi kedalam tiga bagian judul utama yang setiap satu bagian memiliki sub-sub judul yang akan mewakili setiap kisah-kisah yang di alami oleh penulis serta quotes yang dibuat penulis berdasarkan pengalaman hidupnya.

Bagian satu berjudul : kau pasti bisa mewujudkan banyak hal, meski harus jatuh bangun berulang kali.

Bagian dua berjudul : untukmu yang kelelahan karena selalu menahan semuanya sendirian

Bagian tiga berjudul : kesukaan yang menunjukan jati diri.

Ke semua judul itu mewakili cerita-cerita pahit yang di alami penulis serta pencarian makna hidup saat berada di krisis terbesar dalam kehidupanya. Ketika ia merasa tidak percaya diri dengan dirinya, ketika ia merasa tidak punya hal yang bisa di banggakan, serta ketika ia selalu gagal dalam kehidupan percintaanya. Semuanya terangkum dengan epik di setiap sub-sub judul.

Untuk bagian satu lebih mengulas tentang makna kehidupanya. Tentang keadaan ekonominya yang tidak stabil, keputusan untuk menyendiri sembari memikirkan luka-luka serta kecemasan yang ia alami, ia juga bercerita tentang mimpi-mimpinya serta menuliskan cara-cara agar ia bisa menjadi orang yang lebih baik di masa yang akan datang.

Selama ini

Kau sudah mengalami banyak kesulitan

Untuk menyelesaikan banyak hal sendirian.

Masuk ke bagian dua, penulis disini lebih dominan menuliskan kisah romansanya. Terus terdapat juga saran-saran menjalani hubungan yang baik dengan pasangan maupun dengan orang lain. ada salah satu saran yang aku ingat dari buku ini. Dalam sebuah hubungan tidak ada yang namanya benar dan salah yang ada hanya ada dua orang yang saling mengertikan satu sama lain.

Sebenarnya aku cukup tertohok pada isi bagian ke dua ini, karena ada beberapa kisah romansa yang baru-baru ini aku alami terus mengalami kesalahpahaman seperti yang di bahas dalam buku ini.

Aku jadi ingat ada seseorang yang pernah mengibaratkan perasaanku dengan sebuah perumpamaan jika aku di berikan sebuah sosis maka aku harus menerimanya. Jika tidak mau yang bilang saja tidak, dan jika kau mau maka kau harus menunjukan bahwa kau memang menginginkan makan sosis tersebut. jika tidak kamu tunjukan perasaan itu kamu akan menyesal. Intinya seperti itu yang aku tangkap. Nah, disini pun ada pembahasan yang di umpamakan dengan sebuah makanan.

Jadi kebahagiaan itu dapat diumpamakan seperti kamu sedang lapar. Jika kamu suka makan hamburger kemudian kamu bisa membuatnya maka apapun yang diberikan oleh orang lain itu tidak penting. Karena kamu bisa membuat makananmu sendiri. tetapi jika kamu lapar dan kamu tidak bisa membuat hamburger maka bahan-bahan yang diberikan oleh orang lain akan sangat berarti bagimu. Tapi jika kamu terus bergantung dengan seseorang yang memberikanmu makanan tentu kamu tidak akan berkembang. Maka penting untuk bisa mengatasi rasa laparmu sendiri. artinya dari perumpamaan itu adalah kamu harus bisa mengatasi segala hal yang ada pada dirimu, boleh mencoba, boleh gagal, tapi harus bangkit lagi karena tidak akan ada orang yang puas dengan kehidupannya. Semoga hati dan pikiranmu bisa lebih tenang agar kau bisa bahagia itulah definisi bahagia yang sebenarnya.

Saat cinta berakhir

Kau bisa memulai cinta yang baru.

Dan di bagian ke tiga isinya lebih menjelaskan tentang krisis kepercayaan diri yang mana mempertanyakan eksistensinya sebagai manusia serta tentang mimpi-mimpinya juga. Penulis menceritakan mimpinya untuk jadi penulis itu tidaklah mudah, ia pernah kuliah namun tidak lulus, lalu ia pernah membangun usaha pakaian lalu tidak berjalan lancar dan masih banyak kerikil-kerikil kehidupan yang ia alami. Namun ia selalu teringat, jika ia merasa menyerah dan hancur maka satu yang harus ia ingat, yaitu dirinya serta kedua orangtuanya yang telah membawa dirinya ke dunia ini, ia harus bersyukur dengan keadaanya meski tidak sempurna tapi kehidupannya harus tetap berjalan.

Geulbewoo menulis

Tiga hal yang diperlukan untuk berubah.

  1. Keinginan
  2. Waktu
  3. Keyakinan bahwa kau bisa berubah.

Wah, cukup banyak aku menulis review kali ini….aku harap kalian yang membaca tidak bosan yah… dan kata terakhir di bab 3 yang aku garis bawahi sebagai kata penutup yang ingin aku sampaikan adalah

 “apa pun yang aku katakan sekarang, sebenarnya itu tidak terlalu penting”

Karena apapun yang kukatakan, tidak akan menjadikan masalahmu lebih baik apapun masalahnya kau akan mampu melewatinya. Jadi jangan khawatir!

Semangat teman-teman, tidak apa-apa kita terluka sekarang, karena nanti luka kita pasti akan sembuh. Fighting!!!

Bagaimana aku harus hidup

Janganlah terlalu cemas. Hiduplah sambil melakukan banyak hal yang kau sukai karena hidupmu hanya sekali.

Fin.

DILEMA LANDAK

Terimakasih wordpress telah menemani aku selama 5 tahun ini.

Bener-bener malu banget, cuma datang, terus nulis disini pas sedih sedihnya aja. Apalagi tahun-tahun ini parah sih..Hiatus berbulan bulan lamanya. Post terakhir masih menjalankan projek resensi buku. Tapi setelah hidup sering banyak dramanya. Cape ternyata ga semua bisa tulis dan ga semua permasalahan bisa kita ceritakan.

Well…pertama aku mau mengapresiasi diriku sendiri yang sudah bertahan sampai sekarang. Meski, kalo soal ibadah masih belum bisa sempurna. Tapi ya Alloh semoga doa doa terbaikku terkabul. #emang ga tau diri bgt..😑

Langsung aja yah..kalian tahu istilah dilema landak?

Dilema landak adalah suatu kondisi dimana dua hati yang ingin saling berdekatan tapi disisi lain ingin saling menjauh.

Kayak lu mau tapi lu banyak mikirnya. Jadi salahkan si landak yang membawa dilema itu. Salahkan saja aku…wkwkwkw

Kenapa aku bahas soal ini, karena ga semua orang sama, ga semua orang simple. Contohnya kaya aku nih RIBET!!..wkwkwkwk ga bisa yang namanya mikir baik-baik aja… Jadi, hal yang ingin aku berikan pada kalian yang membaca catatan ini adalah…tolong cintai kalian sendiri, jadilah versi terbaik kalian, jadilah yang kalian mau, dan bersikap sesuai apa yang kalian inginkan.

Karena mana mungkin kita bisa mencintai orang lain kalau kita sendiri tidak bisa mencintai kita sendiri.

Nah, udah paham kan? Yuk, tidur ga baik bergadang serta berlarut larut dalam kesedihan.

Semangat tanpa tanda seru.

Day 4 : Aku Membutuhkan Luka Yang Terlihat Mata

~ Karena luka yang tidak terlihat lebih menyeramkan ~

Hai semua! Maaf atas keterlambatan tulisan ini. Padahal selama puasa dan libur lebaran sumpah, aku tidak melakukan apa-apa 😂 Tapi emang dasar moodnya naik turun, apalagi menjelang lebaran. Biasalah masalah nak gadis…..wahahahaha
Ya sudah, tanpa berlama-lama mari kita bahas subjudul ke-4 yaitu : Aku Membutuhkan Luka Yang Terlihat Mata.

Di bagian ini penulis sudah masuk pada fase ingin mengakhiri hidupnya. Ia bahkan sudah berani menyayat-nyayat tangan serta ingin menjatuhkan diri dari ketinggian. Hal ini dikarenakan tingkat kesetresannya sudah sangat tinggi yang di sebabkan oleh masalah pekerjaannya, ia bahkan ingin segera resign dari tempat kerjanya. Namun seperti pada sub-bab sebelumnya, sang dokter tetap menyarankan untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan, mungkin hasrat ingin melepaskan diri dari kantor itu dikarenakan kondisi penulis yang sedang tidak stabil, dan akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan rawat inap dirumah sakit agar penulis bisa lebih tenang.

“Siapa pun pasti punya alasan untuk setiap keputusan. Entah, alasan memilih jalan hidup yang berbeda atau alasan membenci atasan. Akan tetapi, perlukah anda secara berlebihan menunjukan kebenaran dari hal-hal yang mereka sangsikan?……”

Gila, menjadi dewasa memang setidak menyenangkan itu yah….makanya umur-umur gini tuh rawan kena ‘quarter life crisis’ pikiran kita mau jalan-jalan terus tapi tuntutan hidup terus datang bertubi-tubi, dari tuntutan harus punya uang, tuntutan pekerjaan, tuntutan cari jodoh, tuntutan nikah, tuntutan punya anak, itu semua ga akan habis-habisnya cuy sampai kita menutup mata. Jadi tetap siapkan bahu yang lebar serta hati yang ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.

❤️A: Entahlah, saya….saya hanya merasa sangat konyol. Saya sepertinya menganggap diri saya sendiri drama queen.

❤️P: jadi, anda menunjukan kelelahan dengan cara ekstrem untuk merasionalkan tingkah drama queen anda? Untuk mengungkap alasan anda bertingkah layaknya drama queen? Siapa pun pasti menunjukan tanda-tanda saat kelelahan. jadi anda tidak perlu bertindak sejauh itu.

❤️A: apa saya ‘caper’ ? Saya berharap ada orang yang memahami kelelahan saya.

Katanya, orang itu gak boleh bikin self diagnose sendiri. Intinya kita ga boleh menduga-duga sesuatu yang belum pasti. Tapi sepertinya aku juga termasuk kedalam orang yang drama queen….wahahahaha aku orangnya alay, mudah kepikiran apa-apa, mudah cemasan, kadang juga suka melebih lebihkan masalah…. Halah dasar gue drama queen banget…🤣🤣🤣 maka dari itu dimohon pada temen-temen yang membaca ini untuk tidak mengambil hal-hal buruk dari tulisan ini. So, ambil yang baiknya saja yah….

~ Hingga akhirnya, setiap saat aku merasa ingin menjadi diri sendiri, sekaligus tidak, sebuah ironi kompleks yang membawaku entah kemana ~

Dan….diakhir bab ini penulis diceritakan tidak jadi melakukan rawat inap karena dokter yang ada di rumah sakit memberitahu bahwa akan lebih tertekan bila melakukan rawat inap, karena dirumah sakit jadwalnya lebih kaku jadi takutnya bukan malah membaik tapi malah akan bertambah stres …. Sungguh hidup adalah sebuah ironi~

Fin.

[Review] Day-3: Kebiasaan Melihat Diri Sendiri Dari Pandangan Orang Lain

~ Hal terbesar yang kurasakan selama hidup tiga puluh tahun adalah bahwa orang lain tidak begitu tertarik padaku….~

Pas awal baca intro di awal chapter ini. Aku bener-bener nangis pasalnya semua permasalahan yang di bahas oleh penulis, akhir-akhir ini terjadi padaku juga.

Aku sering penasaran dengan orang-orang. Apa mereka memandang aku dengan baik, atau mereka membicarakan hal-hal buruk tentangku. Seperti penulis, yang memiliki kecenderungan berpikir ekstrem akupun juga begitu.

Lantas apakah ini penyakit? Kenapa rasanya tidak nyaman memikirkan semua hal ini.

~ …..oleh karena itulah, kadang aku merasa kesepian saat sadar bahwa tidak ada orang yang tertarik padaku…~

Ya, dan aku terjebak dalam kediaman ini selama bertahun tahun….

Pada bagian ini penulis pun menceritakan kembali ke stresan tentang pekerjaanya. Ia bahkan menceritakan pada psikolognya bahwa ia ingin keluar saja dari perusahaanya. Sang psikolog menanggapi bahwa penulis tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Pikirkan kembali resiko yang akan terjadi bila ia sudah tidak bekerja.

Tentu, sangat betul apa yang di katakan sang dokter. Kehidupan saat kehilangan sebuah pekerjaan di saat usia produktif memang bukan lah hal yang mudah. Mungkin, baik di Korea atau pun di negara lain menjadi pengagguran bisa menjadi sebuah permasalahan yang serius. Maka dari itu sang dokter dalam kasus ini cukup mewanti-wanti penulis agar memikirkannya kembali.

Penulis terjebak dalam sebuah pikiran rumit. Memang siapa yang mau begini? Orang-orang tidak tahu rasanya menjadi kita dengan semua kisah gilanya.

“……selain itu, saya benci dengan diri saya yang menunduk murung memikirkan bahwa orang-orang mungkin akan menghina saya, membenci saya, tanpa saya bisa menyampaikan kekhawatiran itu dengan jujur…..”

Aku hanya ingin jujur, tapi aku memiliki kecenderungan untuk terus berbohong dan berbohong dengan keadaanku yang hanya ingin membahagiakan orang lain, dan merugikan diri sendiri.

❤️ A : “Apa saya terlalu mementingkan perasaan saya?”

❤️ P :”Kelihatan sedikit mementingkan perasaan”

Penulis kemudian di diagnosis oleh dokter bahwa ia memiliki kecenderungan melihat diri sendiri dari pandangan orang lain, emosi yang muncul pun datang dari pandangan orang lain, bukan datang dari diri sendiri. Meski pun kita memiliki banyak kelebihan atau pun sisi yang berharga, itu pasti akan kita tepis karena kita hanya melihat pendapat orang lain tentang kita. Padahal kita boleh saja bersikap egois dan mengikuti apa kata hati kita.

“…..saat pikiran saya menuju ke arah radikal begini, saya jadi sering berpikir buat apa saya hidup kalau jadinya sampai begini. Soalnya, meski ada hal-hal yang membahagiakan, saya masih harus berperang dengan pemikiran radikal itu untuk mendapatkan rencana selanjutnya dan sepertinya kekhawatiran-kekhwatiran itu masih lebih besar dibandingkan kebahagiaan…..”

Ya, dan aku hanya membesar-besarkan kecemasan dan kekhawatiran serta pandangan orang terhadapku…..

“…Rasanya seperti menjadi orang yang tidak berguna. Aku ini manusia yang benar-benar akan terjatuh hanya karena masalah sepele, jadi bagaimana bisa aku menjalani kehidupan di perusahaan? Aku pun membenci diriku, manusia yang lemah dan tidak tegas ini…..”

Honestly, this is best part for me… Semua isi dari tulisan dan kisahnya memang bikin terharu. Beruntung kalian yang bisa di cintai orang lain dengan mudah, beruntung kalian yang bisa bekerja dengan layak serta sesuai dengan apa yang kalian sukai….kalian jangan lupa untuk bersyukur. Karena mungkin di luar sana ada orang yang tak mendapatkan hal-hal seperti itu. Sekian tulisan di chapter ini…terakhir ada potongan kutipan yang sangat menarik bagiku…

“….Namun, aku ini orang yang aneh. Saat sengsara terluka, saat bahagia pun aku terluka….”

Sekian….

See you….

Fin.

❤️

[REVIEW] Day 2 : Obsesi Diet yang Tak Terhindarkan

Hai….!!!

Dihari kedua ini aku akan membahas subjudul ke-2 tentang : Obsesi Diet yang tak Terhindarkan.

Pada bagian ini penulis menceritakan keadaanya pada psikologinya bahwa ia tiba-tiba cemas akan penampilan serta ia tidak suka melihat tubuhnya yang gemuk. Ia pun ingin melakukan diet tapi ternyata melakukan diet tak semudah yang dibayangkan. Akhirnya ia stres dan melampiaskannya dengan banyak makan.

Tenang, unnie aku juga sama kok gendut, juga susah untuk diet…wkwkwkwk

Tapi sebenarnya tubuhku juga masih normal-normal saja. But, kalau lihat perempuan bertubuh langsing aku suka langsung insecure….apalagi kalau lihat paha perempuan yang kecil terus lihat ke paha sendiri dan ternyata paha ku lebih mirip paha ayam sayur…wkwkwkw dan akhirnya hanya baju-baju longgar saja yang berani aku pakai saat ini…😆😆

❤️ P : Apa anda bisa mengabaikan pendapat orang lain?

❤️ A : Ya, saja jadi bisa berpikir, “Padahal, aku merasa bahagia dan jauh lebih baik, kenapa ya? Apa aku sudah mengkhawatirkan hal yang tidak penting?” Dulu kekhawatiran seperti, “aduh, apa aku tidak hidup dengan benar? Apa aku terlihat aneh?” Atau kecemasan seperti, “apa mungkin sebenarnya hidupku sudah buruk dan hancur, akan tetapi aku saja yang tidak sadar?” Sangat menggangu saya. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya tidak lagi berpikir seperti itu. Kakak saya sering mencemaskan saya. Tetapi, saya tidak lagi terpengaruh dengan kecemasannya itu.

Nah, terus di subjudul ini penulis membahas juga tentang kekhawatirannya saat bekerja (entah kenapa aku sangat suka part penulis menceritakan permasalahan dunia kerjanya. Kaya kita itu berada dalam satu keadaan yang sefrekuensi 😥

Kemudian, ia cerita bahwa ia takut tidak diakui, takut dibuang, takut diabaikan dan takut dicaci maki di perusahaan tempat ia bekerja.

Emang, serem yah punya pemikiran begitu…sedih banget rasanya 😭😭

Terus respon psikologinya saat dicurhatin begitu ia bilang.

“…namanya hidup apalagi di dunia kerja ya, pasti tidak akan terlepas dari ketakutan-ketakutan itu. Karena pada dasarnya hidup akan selalu penuh dengan tekanan…”

#setuju dokterrr…..👍👍

Padahal sebenarnya kasusnya sama sih kaya aku, bukan stres karena kerjaanya tapi karena lingkungannya.

“…..Betapa pun kita menikmati sesuatu, kita tidak bisa sepenuhnya terbebas dari stres….”

Tapi semuanya akan balik lagi ke peribahasa “life goes on” semuanya akan berjalan mengikuti alurnya dan satu hal pesan yang aku tangkap di akhir subjudul ini adalah :

Tekanan, stres, kekecewaan…itu manusiawi akan selalu ada, yang penting jangan lupa untuk ngambil nafas. Entah dengan jalan jalan sendiri, jajan apa yang kita mau, intinya sisihkan waktu untuk membahagiakan diri sendiri meskipun singkat.

Karena aku yakin semua masalah akan kita alami dan yang perlu kita lakukan tinggal menjalaninya saja.

Hidup bahagia !!!!!

Fin