[Self Love – Time] Emotional Blackmail

“Emotional Blackmail”

Hai, apa kabar? Aku harap kalian yang membaca tulisan ini dalam keadaan yang sehat ya. Karena sehat itu sangatlah mahal…hehehehe

Tahun ini merupakan tahun yang amat luar biasa bagi ku. Berkutat dengan masalah, bekerja di lingkungan baru lagi, serta terjebak di situasi yang begitu begitu saja. Tapi, btw tema tulisan kali ini pasti bakal menyedihkan lagi gak sih😭 emang bener-bener yah, gak akan ada orang yang kaya aku 😂

Nis, kamu hebat..kamu hebat, gak ada yang kaya kamu, kamu istimewa.

Ya ampun, aku mau peluk diriku sendiri…😭

So, seperti yang aku bilang. Kali ini aku bawa tulisan yang berjudul “Emotional Blackmail” sebenarnya judul ini sudah ingin aku buat beberapa waktu lalu, namun baru sekarang aku bisa merealisasikan tulisan bertema Self-Esteem ini.

Mendengar kata “Emotional Blackmail” pasti membuat kita bertanya-tanya apa sih artinya..dan kenapa aku up tulisan berjudul seperti ini.

Sebenarnya alasan aku menulis ini karena aku sedang mengalaminya juga aku penasaran apakah aku juga termasuk orang yang seperti itu? Atau aku termasuk orang yang egois juga? Nah, tanpa berlama-lama mari kita simak penjelasan arti yang aku kutip dari Wikipedia tentang pengertian dari Emotional Blackmail.

“Emotional Blackmail” atau Pemerasan Emosional adalah manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang dengan mengancam untuk menghukum orang yang dekat dengannya karena tidak melakukan sesuatu yang ia inginkan (Wikipedia)

Dalam pengertian ini kita bisa menggaris bawahi kata ‘Mengancam’ tertera jelas bahwa perilaku ini cukup membuat takut orang. Apalagi orang yang mengancam kita adalah orang terdekat. Tentu, kalau di ancam sama orangtua, atau anak, atau atasan, atau suami, atau istri kita pasti bakal takut karena di satu sisi kita ga mau hubungan kita putus dengan seseorang yang dekat dengan kita. Dan akhirnya dari ancaman-ancaman itu harus membuat kita tunduk dengan apa yang di katakan oleh mereka.

Menurut aku, banyak orang bisa berpotensi menjadi pelaku “Emosional Blackmail” tujuannya adalah agar kita mendapatkan validasi atau bentuk perhatian dari orang lain. Karena sebenarnya mereka itu ingin diperhatikan, mereka ingin di hargai, mereka ingin di anggap. Namun, caranya sajalah yang salah. Jadi kesannya itu seseorang menginginkan sesuatu dengan cara yang childish.

Dalam Emotional Blackmail ini biasanya cara yang dilakukan pelaku untuk mengancam ada 3 yaitu 1) dengan cara menakut nakuti korbannya, 2) memanfaatkan kewajiban si korban misalnya : “kamu kan cuma anak, harus begini, begini, begini” terus yang terakhir dengan 3) menggunakan rasa bersalah misalnya : “padahal aku cinta kamu, tapi kamu..”

Dan ternyata memang di dalam sebuah hubungan pasti akan ada hal ini, karena balik lagi ga ada manusia yang sempurna. Tapi engga ada salahnya untuk kita sebagai manusia saling respek menghargai satu sama lain, tapi emang susah yah.

Dunia, memang seperti ini, susah di pahami…

Semoga aku, kamu dan kita semua yang membaca tulisan ini termasuk kedalam orang-orang yang sabar yah…

Tertanggal, 4 hari menuju 2022.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s