Day 4 : Aku Membutuhkan Luka Yang Terlihat Mata

~ Karena luka yang tidak terlihat lebih menyeramkan ~

Hai semua! Maaf atas keterlambatan tulisan ini. Padahal selama puasa dan libur lebaran sumpah, aku tidak melakukan apa-apa 😂 Tapi emang dasar moodnya naik turun, apalagi menjelang lebaran. Biasalah masalah nak gadis…..wahahahaha
Ya sudah, tanpa berlama-lama mari kita bahas subjudul ke-4 yaitu : Aku Membutuhkan Luka Yang Terlihat Mata.

Di bagian ini penulis sudah masuk pada fase ingin mengakhiri hidupnya. Ia bahkan sudah berani menyayat-nyayat tangan serta ingin menjatuhkan diri dari ketinggian. Hal ini dikarenakan tingkat kesetresannya sudah sangat tinggi yang di sebabkan oleh masalah pekerjaannya, ia bahkan ingin segera resign dari tempat kerjanya. Namun seperti pada sub-bab sebelumnya, sang dokter tetap menyarankan untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan, mungkin hasrat ingin melepaskan diri dari kantor itu dikarenakan kondisi penulis yang sedang tidak stabil, dan akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan rawat inap dirumah sakit agar penulis bisa lebih tenang.

“Siapa pun pasti punya alasan untuk setiap keputusan. Entah, alasan memilih jalan hidup yang berbeda atau alasan membenci atasan. Akan tetapi, perlukah anda secara berlebihan menunjukan kebenaran dari hal-hal yang mereka sangsikan?……”

Gila, menjadi dewasa memang setidak menyenangkan itu yah….makanya umur-umur gini tuh rawan kena ‘quarter life crisis’ pikiran kita mau jalan-jalan terus tapi tuntutan hidup terus datang bertubi-tubi, dari tuntutan harus punya uang, tuntutan pekerjaan, tuntutan cari jodoh, tuntutan nikah, tuntutan punya anak, itu semua ga akan habis-habisnya cuy sampai kita menutup mata. Jadi tetap siapkan bahu yang lebar serta hati yang ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.

❤️A: Entahlah, saya….saya hanya merasa sangat konyol. Saya sepertinya menganggap diri saya sendiri drama queen.

❤️P: jadi, anda menunjukan kelelahan dengan cara ekstrem untuk merasionalkan tingkah drama queen anda? Untuk mengungkap alasan anda bertingkah layaknya drama queen? Siapa pun pasti menunjukan tanda-tanda saat kelelahan. jadi anda tidak perlu bertindak sejauh itu.

❤️A: apa saya ‘caper’ ? Saya berharap ada orang yang memahami kelelahan saya.

Katanya, orang itu gak boleh bikin self diagnose sendiri. Intinya kita ga boleh menduga-duga sesuatu yang belum pasti. Tapi sepertinya aku juga termasuk kedalam orang yang drama queen….wahahahaha aku orangnya alay, mudah kepikiran apa-apa, mudah cemasan, kadang juga suka melebih lebihkan masalah…. Halah dasar gue drama queen banget…🤣🤣🤣 maka dari itu dimohon pada temen-temen yang membaca ini untuk tidak mengambil hal-hal buruk dari tulisan ini. So, ambil yang baiknya saja yah….

~ Hingga akhirnya, setiap saat aku merasa ingin menjadi diri sendiri, sekaligus tidak, sebuah ironi kompleks yang membawaku entah kemana ~

Dan….diakhir bab ini penulis diceritakan tidak jadi melakukan rawat inap karena dokter yang ada di rumah sakit memberitahu bahwa akan lebih tertekan bila melakukan rawat inap, karena dirumah sakit jadwalnya lebih kaku jadi takutnya bukan malah membaik tapi malah akan bertambah stres …. Sungguh hidup adalah sebuah ironi~

Fin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s