[REVIEW] Day 2 : Obsesi Diet yang Tak Terhindarkan

Hai….!!!

Dihari kedua ini aku akan membahas subjudul ke-2 tentang : Obsesi Diet yang tak Terhindarkan.

Pada bagian ini penulis menceritakan keadaanya pada psikologinya bahwa ia tiba-tiba cemas akan penampilan serta ia tidak suka melihat tubuhnya yang gemuk. Ia pun ingin melakukan diet tapi ternyata melakukan diet tak semudah yang dibayangkan. Akhirnya ia stres dan melampiaskannya dengan banyak makan.

Tenang, unnie aku juga sama kok gendut, juga susah untuk diet…wkwkwkwk

Tapi sebenarnya tubuhku juga masih normal-normal saja. But, kalau lihat perempuan bertubuh langsing aku suka langsung insecure….apalagi kalau lihat paha perempuan yang kecil terus lihat ke paha sendiri dan ternyata paha ku lebih mirip paha ayam sayur…wkwkwkw dan akhirnya hanya baju-baju longgar saja yang berani aku pakai saat ini…😆😆

❤️ P : Apa anda bisa mengabaikan pendapat orang lain?

❤️ A : Ya, saja jadi bisa berpikir, “Padahal, aku merasa bahagia dan jauh lebih baik, kenapa ya? Apa aku sudah mengkhawatirkan hal yang tidak penting?” Dulu kekhawatiran seperti, “aduh, apa aku tidak hidup dengan benar? Apa aku terlihat aneh?” Atau kecemasan seperti, “apa mungkin sebenarnya hidupku sudah buruk dan hancur, akan tetapi aku saja yang tidak sadar?” Sangat menggangu saya. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya tidak lagi berpikir seperti itu. Kakak saya sering mencemaskan saya. Tetapi, saya tidak lagi terpengaruh dengan kecemasannya itu.

Nah, terus di subjudul ini penulis membahas juga tentang kekhawatirannya saat bekerja (entah kenapa aku sangat suka part penulis menceritakan permasalahan dunia kerjanya. Kaya kita itu berada dalam satu keadaan yang sefrekuensi 😥

Kemudian, ia cerita bahwa ia takut tidak diakui, takut dibuang, takut diabaikan dan takut dicaci maki di perusahaan tempat ia bekerja.

Emang, serem yah punya pemikiran begitu…sedih banget rasanya 😭😭

Terus respon psikologinya saat dicurhatin begitu ia bilang.

“…namanya hidup apalagi di dunia kerja ya, pasti tidak akan terlepas dari ketakutan-ketakutan itu. Karena pada dasarnya hidup akan selalu penuh dengan tekanan…”

#setuju dokterrr…..👍👍

Padahal sebenarnya kasusnya sama sih kaya aku, bukan stres karena kerjaanya tapi karena lingkungannya.

“…..Betapa pun kita menikmati sesuatu, kita tidak bisa sepenuhnya terbebas dari stres….”

Tapi semuanya akan balik lagi ke peribahasa “life goes on” semuanya akan berjalan mengikuti alurnya dan satu hal pesan yang aku tangkap di akhir subjudul ini adalah :

Tekanan, stres, kekecewaan…itu manusiawi akan selalu ada, yang penting jangan lupa untuk ngambil nafas. Entah dengan jalan jalan sendiri, jajan apa yang kita mau, intinya sisihkan waktu untuk membahagiakan diri sendiri meskipun singkat.

Karena aku yakin semua masalah akan kita alami dan yang perlu kita lakukan tinggal menjalaninya saja.

Hidup bahagia !!!!!

Fin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s