[ Fanfiction ] Undo And Redo

PROLOG

Begitu miris kehidupan raina, ia seorang perempuan berumur 24 tahun yang sampai saat ini belum mengetahui keluarganya. Ya, dia sendiri mencap dirinya dengan sebutan ‘anak buangan’ dengan senyum miris ia menanggapi bahwa ia adalah anak yang tidak diharapkan oleh orang tuanya.

Hingga suatu saat ia bertemu dengan seorang perempuan paruh baya mantan seorang detektif terhebat di masanya, namun memiliki sifat dan karakter yang berbeda saat ia harus bertugas dengan bersama raina. Raina merasa bahwa ‘mimom’ adalah peri terbaik yang mampu mengubah kehidupanya selama 24 dalam penjara kesengsaraanya.

suju.jpg

SJ AGENT adalah suatu agent intelegent yang bertugas untuk membantu pemerintah melawan para penjahat kelas kakap yang mencoba untuk menyadap dan merubuhkan pertahanan korea selatan.

2 pm.jpg

PM Guard adalah suatu agen detektif swasta yang terus bersaing di pasar jasa penyewa detektif dan body guard, mereka mencoba untuk tetap menjadi agent nomor satu di negaranya.

Raina bukanlah gadis yang bersifat angin-anginan alias moody an tetapi ia sering bertindak sesuai dengan apa yang diinginkanya, hidupnya bebas tak ada yang melarang, tak ada yang melindunginya, tak ada sosok pahlawan seperti orang tua, tak ada sosok pangeran seperti pasangan hidup, ia benar-benar sendiri di dunia ini, kadang ia bisa tak tidur semalaman hanya karena meratapi kehidupanya yang begitu miris, ia memiliki pendirian yang sangat kuat, jika ada orang yang baik padanya ia akan membalas kebaikan orang tersebut sampai mati, dan bila ada orang yang jahat padanya ia akan membenci orang tersebut tuk selamanya, maaf memang ada, tapi kesempatan untuk memperbaiki itu sudah tidak ada.

UNDO & REDO Begin’s

.

.

.

.

.

.

raina.jpg

Dengan langkah yang terseok seok seorang perempuan itu berjalan menuju sebuah rumah yang sedikit kurang terurus, halaman depannya pun penuh dengan daun-daun yang berserakan, disisi pintu masuk pun terdapat tong sampah yang telah naas terguling, dan akhirnya sampah yang ada di dalmya pun keluar dengan berceceran. Dengan menahan rasa sakit yang menjalar pada kaki sebelah kanannya tepatnya pada bagian lutut, perempuan itu dengan meringis langsung masuk kedalam rumah tersebut.

@@@@@@@@@@@@

“ pasti sakit ya,?” seorang wanita tua,membebat bagian luka sang perempuan yang tengah terduduk pada sebuah kursi kebesaran yang cukup besar dan lebar. Perempuan itu pun hanya mendelik sebal pada wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu.

“ ya, ya, mimom tahu, jangan memandang mimom seolah mimom itu penjahat” ucap wanita paruh baya itu lagi dengan nada yang meringis.

“ aduh,,aduh…. mimom sakit” akhirnya perempuan muda itu pun baru mengeluarkan suaranya saat  wanita paruh baya yang dipanggil mimom itu menarik dengan keras kain kasa yang dia gunakan untuk membebat luka wanita itu. Wanita paruh baya itu pun tersenyum licik pada perempuan yang tengan meniup niup luka yang ada dilututnya.

“ kamu anak mimom yang paling hebat, jung suk won membayar kita 3 kali lipat dari perjanjiannya, karena pekerjaan kita  sangat bagus, oh ya, jung suk won sepertinya mengaangap kita adalah tim gangster pria, masa dia menyebutku dengan sebutan hyung saat berterima kasih ckckck,”

Perempuan itu pun hanya tersenyum lembut pada  mimom nya itu, tak berapa lama ia pun mengangkat kedua tangannya lalu mengeluarkan pupy eyes andalannya untuk merayu  ibunya itu.

“ ara, ara, ,,, your money ready to transper”

@@@@@@@@@@@@@

Di sebuah ruangan yang penuh akan alat-alat tekhnologi canggih, dengan desain ruang yang sangat aneh, kini beberapa pria berstelan jas tengah berkumpul di ruangan tersebut mengelilingi sebuah meja yang sudah di sediakan untuk melaksanakan rapat.

“ bagaimana ini bisa terjadi,chip itu kini sudah ada ditangan jung suk won, ini berbahaya, bagaimana mungkin kalian bisa terkecoh dengan suruhan dari dia” suara bass itupun menggema keseluruh ruangan yang sedang mereka tempatai itu, pria berwajah keras itu pun menatap satu demi satu tim nya yang saat itu tengah menangani kasus pencurian chip negara yang dicuri oleh penyusup dari korea utara.

“ kami juga bingung presdir, kenapa kami bisa terkecoh dengan orang- orang dari jung suk won, oh ya,  donghae aku lihat kamu berhasil menembak kaki salah satu dari mereka?” ungkap salah satu dari pria yang berada di sana “ choi siwon”.

“ ya, tapi aku sedikit sanksi dengan gerak tubuh orang itu, badanya bukan badan pria, malah aku pernah berprasangka bahwa dia adalah seorang perempuan” ungkap donghae dengan tegasnya.

“ pikiran kita sama hyung, saat aku ryewook dan sungmin hyunng terjebak ditangga  aku  rasanya melihat siluet perempuan yang mengunci pintu, ya aku tak salah lagi badanya memang badan perempuan, tapi terlalu tak masuk akal bila seorang wanita bisa mengecoh kami, apalagi PM guard juga disuruh juga untuk menjaga chip tersebut.” Tambah kyuhyun kembali menambahkan asumsi yang diberikan oleh donghae tadi.

“ terus bagaimana  sekarang presedir han ? Aku rasa bukan kali ini saja kita bersaing dengan siluet perempuan itu, kalian ingat saat  kasus bandar narkoba asal sri langka, ia berhasil kabur karena sistem operasi komputer kita mati begitu saja. Dan saat penangkapannya kita juga mengalami kendala saat ada siluet yang meruntukan drum-drum ikan di dermaga busan, “ kini leeteuk menambahkan kembali fakta-fakta yang urusan dengan seseorang yang terus menggagalkan niat baik mereka untuk menangkap para orang-orang jahat yang mencoba untuk menghancurkan negeri mereka.

“ aku akan membicaraknya lagi dengan ketua, tapi naluriku berkata aku ingin mengetahui siapa perempuan yang selalu menggagalkan semua rencana kita, rapat kali ini berakhir, sekarang kalian bisa istirahat untuk sejenak. Terima kasih atas pekerjaan yang begitu luar biasa kalian lakukan” akhir dari rapat itu ditutup oleh sang presdir dari SJ Agent yaitu han Tae sang. Para pria itu pun mengundurkan diri mereka, hari ini memang hari yang begitu melelahkan bagi ke 12 orang pria yang ada di sana.

@@@@@@@@@@@@@@@

Suasana berbeda kini tengah terjadi di sebuah ruangan yang memiliki kemiripan dengan ruangan yang di miliki oleh SJ agen, tentu saja hampir sama karena ruangan ini pun sama menjadi tempat penyewa jasa untuk membantu pemerintah dalam melawan kejahatan yang sering terjadi. Agent itu bernama PM guard meskipun agent itu bersertivikasi swasta namun mereka berharap dapat menjadi agent nomer satu di korea selatan mengalahkan agent-agen atau badan intelegent milik negara.

“ BRAKK..” sebuah meja kini telah hancur dengan malangnya, menjadi potongan-potongan yang cukup kecil saat tangan yang mulai rentan  namun masih penuh tenaga itu pun melemparkan meja tersebut pada salah satu sudut diruangannya yang juga sama telah banyak dikelilingi oleh para pria yang memakai pakaian jas  yang amat rapi.

“ ini penghinaan bagi kita, beraninya mereka menyuruh kita menjadi pasukan kecil dan mereka berlagak seolah mereka adalah pasukan besar yang patut untuk di takutih. Cihh,,,  han ji min,, “ bentak seorang pria paruh baya yang terkesan penuh kilatan amarah yang begitu besar, membuat para pria yang tengah berkumpul di sana pun tak berkutik sama sekali melihat ketua mereka tengah tersulut emosi yang luar biasa.

“ sudahlah appa, jaga emosi, meskipun begitu mereka tetap kalah dengan orang-orang yang bekerja dengan penyusup dari korea utara itu. Mereka juga tak lebih hebat, kalau saja presiden moon tidak menyuruh kita bergabung dengan agen keparat itu kita tidak akan direndahkan seperti ini oleh mereka” ungkap sang anak dan juga sebagai presdir dari PM guard tersebut “ kim donghwa”

“ tapi presdir, apa pada saat kita di jebak di ruang map kau tidak melihat kejanggalan, siluet perempuan yang mengunci kita, aku Tak yakin jika yang mengunci kita itu adalah pria” ungkap jongki memberika keterangan pada khalayak yang ada di ruangan tersebut, kini setiap mata pun tertuju pada jongki.

“ aha,,, sebenarnya aku juga ada keanehan saat menuruni tangga ketika terdengar suara ledakan aku juga melihat seorang siluet perempuan yang berlari,” ungkap kim donghwa selaku presdir yang pada saat itu juga harus terjun pada kasus itu dengan para Guard lainnya.

“ aku juga mendengar suara jeritan perempuan saat donghae menembak kearah siluet tersebut” ucap kembali nikhun .

“ siluet perempuan” semua pria yang ada di sana pun memalingkan pandangan mereka saat mendengar ketua mereka kim dae hwan berucap seperti itu.

“ cari yang kalian sebut sebagai siluet perempuan itu, dan bawa dia bergabung dengan PM guard, aku memiliki sugesti bahwa dia adalah orang yang biisa mengangakat nama PM guard semakin tinggi”

@@@@@@@@@@@@@@

“ wake up cantikkkk,,,, jika kamu tidur terus uang semakin jauh denganmu….” cecar mimom pada seorang perempuan berambut sepingganya dengan tatanan rambut khas orang bangun tidur.

“ biarkan raina tidur sebentar saja lagi mimom, raina kan sudah mengantongi uang 2500 jt won…apalagi yang harus raina takutkan, itu tak akan habis selama 1 tahun pun, jadi biarkan kali ini uang yang mimom bilang  itu  sementara jauh dengan raina, raina mau tidur cantikk…” ungkap raina panjang lebar tanpa titik tanpa koma menyambar mimomya.

“ ckk,, gadis pemalas, pantas saja tidak ada yang mau dengan mu, kamu itu pemalas, cepat balskan dendam mu pada pria-pria yang telah mencampakan seorang raina, buktikan raina yang dulu adalah raina yang berbeda yang lebih cantik lebih hebat, lebih kaya, lebih pintar dan lebih segalanya, jangan jadi seperti mimomo yang jadi wanita terpenjara karena cinta,,, go,,go,,go wake up….uangmu kamu pakai untuk mempercantik diri bukan untuk disimpan….. go…go..” dengan kasarnya mimom menarik selimut raina dengan beringsnyaa,,,

“ mimom,,, jadi cantik itu susah……….” jeritnya saat mimonya sudah menarik selimutnya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“ andai pria itu menembak hati ku, bukan kaki ku,,,tapi dia keren mimom…hihihi..” kali ini raina tengah menaiki mobil, ditelinganya pun kini tengah terpasang sebuah alat seperti peredam suara namun alat itu adalah alat komunikasi untuk terus terhubung dengan mimom, ya mimom adalah tipe wanita tua yang anti akan keramaian sejak ia di campakan oleh cinta pertama, cinta kedua, dan cinta seterusnya…. hahaha itulah mimom, menyedihkan juga bila mendengar cerita mimom pada saat ia bertemu pertama kali dengan  wanita paruh baya tersebut.

“ dasar strowbery jam, mimom kira kau akan membahas mengenai luka mu itu, “ ungkap mimom kesal..

“ hihihi,,,,bercanda mimom, lumayan sih,  pria itu begitu kejam pada gadis seimut aku ini..” ungkap raina sambil mendramatisir gayanya bak seperti anak anjing,

“ weeksss,,,,gaya mu seperti anak anjing yang tercebur ke sungai han,,,hahahaha..”

“ aishh,,,mimom……’” raina pun memencet tombol pengakhir panggilan, sekarang raina tertawa evil saat raina membayangkan bahwa mimomnya tengah memaki-maki dirinya yang dengan tak sopannya memutus hubungan komunikasinya.

“ andai hari ini ada hujan….” satu kalimat yang terdengar laun keluar dari mulut lemahnya. Raina menarik napas sebanyak yang ia bisa, mengapa hidupnya begitu rumit, itulah yang selalu ia pikirkan.

Raina turun dari mobil berjenis minni cover tersebut, ya, pelabuhan nya saat ini bukan pergi ke salon untuk mempercantik diri seperti yang disuruh oleh mimom, tetapi ia malah pergi menuju dermaga yang ada di daerah seoul, dengan kaki mungil yang dibalut dengan sepatu olahraga, raina yang saat itu memakai  baju berjenis overall celana pendek dan di dalamnya di padankan dengan kaos bergaris-garis pendek.  Tak luput dari pandangan juga perban yang melingkar di lututnya, raina memang memiliki pribadi yang luarbiasa berbeda, meskipun ia tak memiliki luka di pelilpis tetapi ia juga menambahkan perban seolah-olah dia adalah korban tabrakan, tak lupa tangan sisikanan dan kiri nya ia tempelkan plester. Sebagai seorang agent gelap gadis ini malah sering mengumpankan dirinya dengan gayanya yang biasa, ini lah merupakan salah satu taktik yang diajarkan oleh mimomnya, ‘ salah besar bila kamu bersembunyi, itu malah akan membuat musuhmu penasaran untuk mencarimu, lebih baik kamu menghadapinya dengan karaktermu, lalu musuhmu akan terkelabui. Tampilah di depan matanya’ wanita paruh baya itu memang sangatlah berbeda, raina sempat berpikir takdir apa lagi yang tuhan berikan kepadanya, setelah beberapa takdir yang sudah ia lewati selama 24 tahun kehidupannya.

TIK…TIK….TIK….

Bunyi dentingan air hujan membasahi papan dermaga yang sedang raina tapaki, satu sudut bibirnya terangkat. Ia tonggakan kepalanya ke atas, serta tangannya pun ia angkat keatas, dia menghirup udara dengan tenangnya. Meskipun dengan kaki yang masih kebas dan perih raina malah menari nari tidak jelas di tengah guyuran hujan yang semakin deras, kadang ia menari balet, setelah itu berganti dengan tari modern, setelah  itu dia berjingkrak-jingkrak tak tentu, dengan senyuman yang tak pernah hilang raina terus menari menari dan menari hingga dunia ini seakan miliknya berdua dengan sang pujaan hujan.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“ woy…” satu tepukan tangan berhasil membuat donghae terbangun dari lamunannya. Sejak insiden penembakan nya yang mengenai lutut siluet perempuan itu, dan juga jeritan kesakitan yang keluar dari mulut siluet perempuan itu membuat sedikit perasaan donghae tidak enak, donghae adalah tifikal pria yang begitu menjungjung tinggi perlindungan kepada perempuan, sejahat apapun perempuan ia tidak akan menyakiti perempuan itu, donghae akan buru-buru tersadar akan ibunya yang sudah meninggal karena peluru nyasar saat ibunya sedang berada di pasar swalayan, jika mengingat itu donghae seakan menjadi pria yang tidak bisa menjaga wanita yang ia cintai dengan sesungguhnya.

“  kau melamun, ?” tanya siwon yang ada di samping nya. Saat ini kesemua anggota  SJ agen tengah berada di bascamp tempat mereka istirahat.

“ ani,,,” kilah donghae asal.

“ ckk,, aku bukan anak kecil, kau ingat hyorin ya, sudah lah perbaiki kembali hubungan kalian berikan kesempatann padanya kembali, jika kau masih mencintainya. ingat setiap orang pernah melakukan kesalahan.” Tutur siwon dengan bijaknya.

“ bukan, itu. Soal hyorin aku sudah tidak mengingatnya, hubungan kami sudah berakhir, aku hanya kepikiran dengan siluet perempuan yang aku tembak, kau tau kan aku tak tega untuk menyakiti perempuan.”

“ siluet perempuan, sepertinya itu akan jadi hot topic “  kemudian dari arah balkon munculah kyuhyun, ryewook, dan leeteuk yang dengan tampang habis bangun tidur mereka.

“ hai hyung kalian belum istirahat” seru kyuhyun pada donghae dan siwon yang ada di ruang televisi.

“ belum, kami tengah membicarakan mengenai siluet perempuan yang selalu menggalkan usaha kita dalam memburu penjahat-penjahat itu. “ kekeh siwon yang dibalas dengan tatapan datar dongahe.

“ oh iya menurut zoumi hyung juga, ketua malah menyuruh kita untuk mencari siluet perempuan itu, ada-ada saja memangnya  kita agen apa, pencari perempuan misterius,,,” tutur ryewook, semua orang yang ada disana pun menatap inten pada ryewook yang mengabarkan berita baru itu.

Di saat itu pula, alarm berrbunyi menandakan bahwa  saat ini bascam SJ agent  akan didatangi oleh ketua mereka yaitu ketua Han ji min. Ke lima pria yang sedang di ruang tv itu bergegas ke lantai bawah untuk menyambut ketua mereka.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“ selamat sore para SJ agent, maaf kedatanganku menggangu kegiatan istirahat kalian. Akhir-akhir ini aku mendengar kabar yang kurang mengenakan dari pemerintah pusat, mereka sedikit kecewa dengan pekerjaan yang kita lakukan, bersama PM guard, 2 agent pun tak bisa mengalahkan kim suk won untuk merebut chip itu kembali ketangan korea selatan, di karenakan adanya sosok perempuan yang bisa mengelabui dan merecoki kerja kita. Sangat disanyangkan sekali padahal chip itu adalah chip negara yang sangat rahasia. Dan ku dengar kembali perempuan itu tak hanya sekali menggalkan usaha kita, betul kah itu anakku?” ungkap Han ji min dengan begitu tegasnya di umur yang semakin menua itu.

“ nee appa…” jawab han tae sang selaku presdir dan anak kandung dari han jimin sendiri.

Ketua yang sudah berkepala 6 itupun menarik napas panjang.

“ segera cari identitas perempuan itu, lalu  tangkap dan bawa dia kehadapanku.” Setelah itu ketua han jimi pun melengos dan meninggalkan beberapa pria yang masih tertunduk patuh mendengar setiap perkataan yang dikatakan oleh ketuanya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Di tempat berbeda, di sebuah ruangan yag penuh akan layar monitor, para pria yang berada di balik kursi yang menghadap ke monitor komputer itu terlihat begitu sangat serius. Hingga salah satu diantara mereka mulai bersuara.

“ aishh,,,,, kenapa pekerjaan ini tak ada ujung-ujungnya” gerutu seorang pria berstel jas yang sudah mulai tak rapi bagian tangannya sudah digulung sampi sikut lalu satu kanci teratasnya pun sudah terbuka.

“ tak ada hasil apapun, jangan-jangan dia gadis jelmaan hantu sadako.” Kembali pria itu megeluh ya, taecyeon namanya.

“ jangan banyak mengeluh cepat kerja” ucap chansung menegur taecyeon yang sudah melantur kemana-kemana.

“ aish,,baik-baik hyung…kenapa sih ketua malah munyuruh kita untuk mencari perempuan itu.” Di saat beberapa pria yang ada di sana tengah mengobrol. Mereka pun di kagetkan dengan kedatangan presdir mereka kim donghwa.

“ bagaimana dengan pencarian kalian, adakah kemajuan?” tanya sang presdir kim dong hwa dengan berkharisma.

“ tak ada perkembangan sedikitpun,  perempuan ini begitu hebat untuk menyembunyikan identitasnya. “ jawab nickhun memandang hormat pada presdirnya.

“ dari bagian pengintai apakah kalian menemukan suatu hal”

“ sampai saat ini dari pihak intelegen pun belum menemukan apapun mengenai identitas yang sebenarnya mengenai perempuan itu. Seluruh seol telah kami sisir tapi tidak ada seseuatupun yang bisa dijadikan info” ungkap junho menjawab pertanyaan yang di ajaukan presdirnya itu.

“ ini menarik,,cah, baiklah lanjutkan pekerjaan kalian. Aku hanya disuruh oleh ketua untuk menayakan perkembangan pekerjaan tentang kalian. “ tutup presdir kim donghwa. Ia pun beranjak pamit dan keluar dari ruanagn itu untuk menemui ketua.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Keadaan raina saat ini bisa dikatakan tidak baik-baik saja, bibirnya sudah biru, badanya gemetaran dari tadi, ditambah kulitnya sudah pucat. Luka tembakan yang ada di lututnya pun rasanya semakin sakit karena sejak 2 jam tadi diguyur oleh air hujan, dan sekarang luka yang sudah kering basah kembali. Kini raina sedang duduk di pinggiran dermaga, dengan kaki yang menggantung di atas air yang debitnya kini lumayan besar bergerak kearah hulu sungai itu melaju.

‘ di buang, tak dinggap, jelek, bodoh, aneh..hahahaha’ deretan kilasan masa lalu raina terekam kembali dalam ingatanya selama 24 tahun ia hidup.

“ kenapa aku jadi ingat itu lagi sih, aku sudah janji tak akan menangis “ racaunya, sambil memukul kepalanya, dengan beringas. Namun apa daya raina hanya seorang perempuan ia makhluk lemah, janjinya pun ia ingkari  dengan menangis dengan menyedihkannya di dermaga sungai yang sepi setelah hujan yang diguyur dari jam 3 sore tadi hingga sampai jam 5 pun raina belum beranjak dari tempat itu.

‘ coba, temukan diri, yang lama telah hilang tertelan semua kesedihan, tidak ada lagi harapan, semuanya sudah terjadi, dan hanya akan menjadi kisah menyedihkan, yang tak kan pernah terobati selamanya,  ‘

Ingin raina mengikhlaskan segala suratan takdir yang telah tertulis di langit itu, tapi semuanya tidak bermakna lagi, semunya sudah hancur, dan sekarang raina tinggal menunggu detik-detik kematiannya. Sedikit berlebihan memang tapi, inilah raina, raina ya raina….

Ada rasa dingin yang mengalir di area hidungnya. Sedikit perih saat cairan merah itu keluar dari lubang hidungnya. Darah., ini adalah sekian kalinya raina mimisan,

“ aku kan sudah 3 hari belum makan” rutuk raina sambil menggeplak kepalanya. Kini ia pun meringis dan tangannya berpindah memegang perut bagian kanannya. Rasa nyeri seperti biasa mulai lagi menjalar pada lambungnya, tetapi raina ya raina, dia kadang  bertanya-tanya pada dirinya sesakit apapun ia sakit ia tak pernah sakit, ia tak pernah pingsan, aneh sekali bila raina memikirkan hal itu padahal saat dulu ia sangat ingin pingsan atau tak sadarkan diri saat ia tengah di bully oleh  orangorang yang tak pernah menganggapnya sama sekali.  Malah ia pernah berfikir kenapa dia tidak mati saja. Jika ia mati mungkin ia akan menggentayangi para orang-orang yang pernah tak menganggapnya tidak ada. Tapi ternyata setiap harapannya tak pernah terkabul nyatanya ia masih kuat meskipun tamparan dan pukulan yang ia terima,.

“ aishhh….” raina mengumpat kembali kenapa ia menginga itu lagi…kini raina mencoba bangkit ia pun mencoba berjalan dengan sempoyongan. Ini benar-benar sudah bisa di tahan lagi. pikirnya dalam hati.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“ aku mendapat informasi dari mantan suruhan gembong narkoba dari srilangka, bahwa bos nya itu memang pernah menyewa jasa bodyguard lain,  namun transaksinya hanya dilakukan dengan berkirim email saja. Orang itu hanya memberikan alamat emailnya ini dia” kangin begitu puas dengan info yang dia berikan pada presdirnya, setelah ia membawa info yang lumayan bagus untuk perkembangannya dalam mencari siluet perempuan itu.

“ bagus kangin-shii, kerja tim mu sungguh luar biasa” puji tae sang pada tim penyisir, kangin pun memberikan selembar kertas yang berisi sebuah print out kiriman email.

“ mimimom.com.kr” ucap taesang dengan berbisik.

“ kyuhyun, donghae, cepat cari domain email tersebut setelah itu pergi dan lacak keberadaannya”

“ cheodamdong.” Para pria berjas setelan rapi itu pun segera meluncur menuju tempat yang mereka tuju.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

Hujan pertama di penghujung musim panas, seperti hawa sejuk bagi terpidana penjara yang mendekap dari sel lalu ia terbebas kembali dan bisa menghirup udara luar. Itulah perumpamaan yang bisa menggambarkan bagaimna sennangnya orang- orang menyambut hujan kali ini. Saat ini beberapa  mobil audy hitam melaju dengan cepat membelah jalanan trotor dengan beriringan, urutan pertama yang berada dalam mobil tersebut di huni oleh, sang presdir han tae sang, donghae, kyuhyun, siwon, dan han tae min.

“ jalanan cukup licin, katakan pada agen lainya yang di belakang untuk berhati-hati.” Ungkap sang presdir memberikan perhatian pada pegawai-pegawainyaitu.

“ aku sampai tak mengetahui bahwa tadi turun hujan untuk pertama kalinya.” Ungkap kembali tae min.

“ benar, hari ini kita lupa akan banyak hal…” canda donghae, hingga akhirnya mereka pun semakin telarut mengobrol tentang apa saja, sampai tiba-tiba mobil yang di kemudikan oleh taemin mendadak mengerem, sehingga membuat mobil-mobil yang ada di belakang mereka pun berhenti mendadak.

“ ada apa taemin,,?” tanya taesang sakratis. Tae min tak menjawab ia malah langsung keluar, para pria yang ada di dalam pun mendadak keluar.

“ apa kau sudah gila, berjongkok di pinggir jalan, bagaimana kalau kamu ditabrak.!” Bentak taemin pada perempuan yang tengah berjongkok ditengah jalan tangan kanannya memegang perutnya, dan tangan kirinya terus menghapus darah yang terus keluar dari hidungnya. Saat melihat itu taemin yang tadi membentak langsung tercengang saat melihat keadan perempuan tersebut.

“ noona, gwencanayo?” kini taemin yang malah panik setengah mati.

Taesang, dongahe, kyuhyun, dan juga siwon pun keluar, mereka juga sama kagetnya saat ada perempuan yang tengah berjongkok menahan sakit ditengah jalan. Mereka pun bersama menghampiri taemin dan perempuan itu.

“ ada apa ini? Noona kau tidak apa-apa?” tanya taesang sambil memegang bahu gadis itu, taesang juga sedikit kaget karena keadaan perempuan itu amat menyedihkan, perempuan itu bahkan menggunakan baju yang basah. Perempuan itu pun akhirnya mendongak mencoba melihat oarang yang mengajaknya bicara, dengan enggan karena darah yang terus meluncur bebas dari hidungnya ia pun akhirnya   memberanikan diri untuk mendongakan wajahnya ke arah pria tersebut.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Saat raina mendongakan kepalanya, dan melihat ke mata orang yang bicara padanya, ketika itu juga munculah para pria berjas yang langsung menghampiri dirinya, dan tak terasa ia sudah dikepung oleh para pria  berjas itu. Saat kesadaran raina sudah terkumpul, ia pun tersadar bahwa para pria yang tengah mengepungnya saat ini para anggota SJ agent. dan satu hal yang paling raina takutkan, bukan identitasnya sebagai seorang wanita yang selalu menggagalkan setiap pekerjaan SJ agen tapi raina takut akan masa lalunya harus di undur kembali.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

17 tahun yang lalu….

Masa kecil adalah masa ang paling bahagia, dimna saat itu kita tidak harus dipusingkan dengan masalah  yang rumit. Ditaman itu seorang gadis kecil berumur 8 tahunan tengah menangis tersedu-sedu, baju gaun yang di pakainya pun kotor penuh dengan debu, wajahnya pun  juga kotor, rambutnya  acak-acakan seperti bekas di jambak, dan lebih parahnya lagi dari dalam hidung gadis tersebut keluar banyak darah segar. Gadis itu pun semakin menangis menjadi-jadinya, posisinya pun sekarang ini  adalah tengah berjongkok.

“ tae yon..eodiseo…?”

Suara panggilan membuat gadis kecil itu semakin ketakutan, ia takut, jika ia pulang pasti ia akan dimarahi oleh ibu dan ayahnya.

“ tae yon,,, oppa tau kau disini, cepat keluar???” ucap  seoarang anak pria berumur 13 tahunan. Anak pria itu pun tak sendiri ia pun bersama dengan anak pria lainnya namun dengan usia yang berbeda,.

“ tae yon…ayo pulang eoma mencari mu…” kini anak pria yang usianya lebih muda 2 tahun dengan dirinya  berteriak memangggil adik bungsunya, yang dari pagi bermain belum pulang samapi sore hari.

Kedua anak itu pun terus berjalan, hingga pada satu titik mereka saling berpandangan penuh arti, mereka pun langsung berlari kesebuah  tempat di mana di taman itu diletakan sebuah bangku panjang yang disediakan untuk para pengunjung taman beristirahat. Dengan berlari akhirnya mereka pun sampai ke tempat itu. Feeling mereka pun ternyata benar suara isakan tangis terdengar di salah satu bangku namun tak ada yang duduk di bangku tersebut. Dengan langkah yang pasti mereka berdua pun menghampiri bangku yang di sinyalir  mengeluarkan suara tangisan tersebut. Mereka pun akhirnya berjongkok untuk melihat di kolong bangku tersebut adakah gadis kecil yang mereka cari.

“ syukurlah..” ucap kedua anak itu bersamaan.  Anak pria yang lebih besar menarik gadis kecil itu dari dalam bawah bangku tersebut.

“ omona,,, tae yon kenapa  kau begini”  ucap kaget anak pria yang lebih muda, ia pun membersihkan kotoran yang ada di gaun gadis kecil itu.

“ hidungnya mimisan hyung,,, “ kembali anak pria yang lebih muda itu berkata. Anak pria yang lebih tua itu pun segera membuka kaos yang digunakannya, ia pun mengelap darah yang mengalir dari hidung adiknya serta membersihkan muka gadis kecil itu yang sangat kotor oleh debu itu.

“ kamu berkelahi dengan siapa?” tanya sang kaka pertama. Gadis cilik itupun tak menjawab sama sekali ia malah terus menagis sesenggukan.

“ sudahlah hyung dia tidak akan menjawab, tae yon kamu nanti di marahi eoma sama appa” ungkap lagi kaka keduanya yang malah seperti memojokan adik kecilnya.

“ hushh….tae min..” hardik sang kaka pertama ‘ han tae sang ‘ setelah sudah membersihkan pakaian adik perempuanya itu mereka pun langsung pulang sebelum appa mereka datang dan memarahi adik kecilnya yang selalu berulah itu. Tae sang pun menggendong adik perempuannya itu dan tae min telah berjalan terlebih dahulu.

“ oppa, tae yon tidak bodoh kan? Tae yon tidak bisa baca karena tulisan nya lari-lari terus dari  tae yon, mereka tidak diam saat tae yon mau baca mereka,,tapi mi do bilang tae yon bodoh.” Ungkap gadis kecil itu cukup keras, ia pun berbicara sambil sesekali menahan tangis nya yang sesesnggukan.

“ siapa bilang tae yon bodoh, nanti oppa akan marahin mi do, karena sudah bilang kamu bodoh.”

Jawab tae sang pada adik kecilnya itu. Sedikit hati tae sang tercubit saat adik kecilnya itu berkelahi karena di ejek oleh teman-temannya. Kata eoma, tae yon itu mengidap disleksia, sebenarnya tae sang pun tak terlalu paham dengan hal itu, tetapi eoma sering memberi pengertian pada nya bahwa tae yon itu tidak bisa baca bukan karena ia bodoh atau idiot tettapi ia mengidap penyakit tersebut. Ke tiga anak itu pun diam tidak ada yang berbicara, tae min yang terlihat tidak peduli pun sebenarnya ia mendengarkan apa yang di katakan oleh adik perempuannya itu. Tae min sedikit ngeri juga saat  tae yon di perlakukan buruk oleh teman-temannya.

“ hyung, disleksia itu apa? Tae min masih bingung dengan apa yang di bilang eomaa mengenai tae yon?” tanya polos tae min,

“ entahlah, aku juga tidak paham” tae sang pun berucap  dan bergidik tak tau.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

NOW

Sekelebat ingatan masa lalu raina tiba-tiba muncul begitu saja saat ia menyadari kesamaan yang ada di dua bola mata kedua pria itu. ‘ani, ani, itu bukan mereka,,,’ racau raina di dalam pikirannya. Nampak belum sadar dari ingatannya, tanpa sadar juga kini  darah yang mengalir dari hidung raina tengah di bersihkan oleh sebuah sapu tangan, dan tangan yang mengelapnya tersebut adalah tangan han tae sang. Lima menit berlaru dari ketidak sadaran pikirannya, akhirnya raina pun kembali tersadar, ia pun buru-buru melepaskan tangan tae sang yang tengah membersihkan darahnya.

“ aku tidak apa-apa, “ ucap raina pelan, ia pun berniat bangkit dari posisinya yang tengah berjongkok itu, raina benci situasi seperti ini, dan akhirnya rencana lari pun dipilih untuk menerobos para pria berjas hitam yang sedari tadi mengelilinginya, namun baru ingin ia menggerakan kakinya, kakinya berasa seperti jelly dan keadaandi sekitar  pun mendadak menjadi gelap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s